Posts

Korupsi dan Ilusi Kebebasan Rakyat

Orang yang melakukan korupsi sering kali tampak takut dan malu ketika perbuatannya terbongkar. Bukan karena mereka menyesal telah mencuri hak orang lain, tapi karena ketahuan di depan publik. Dalam sistem yang sudah terbiasa dengan uang sebagai penghapus dosa, rasa malu itu muncul bukan dari hati nurani, melainkan dari kekhawatiran kehilangan citra dan kedudukan. Banyak dari mereka tahu bahwa ketika tertangkap, jalan keluar selalu ada — dari suap, negosiasi, hingga “permainan hukum” yang bisa dibeli dengan uang. Akibatnya, korupsi tidak lagi dipandang sebagai kejahatan, melainkan risiko pekerjaan yang bisa dinegosiasikan. Masalahnya, sistem negara kita sering kali justru melayani kepentingan mereka yang punya kuasa dan modal. Aparat penegak hukum, birokrasi, bahkan kebijakan publik, kerap berjalan mengikuti arah uang, bukan kebenaran. Operator negara — yang seharusnya pelayan rakyat — akhirnya berperan sebagai pelayan orang kaya. Yang paling ironis, kekayaan pejabat justru bersumber da...

keluh kesah ku

Hari ini banyak yang terjadi pada diriku, tiba-tiba aku sudah menikah dan di umur pernikahanku yang muda ini banyak sekali masalah yang kau hadapi, banyak sekali tanggungan yang harus dibayarkan entah itu tanggungan hutang entah itu tanggungan pajak ataupun tanggungan listrik. Belum lagi tanah yang belum terjual, sudah banyak ada program yang bagus dari pemerintah namanya PTSL, tapi sepertinya aku tak bisa ikut program in, padahal ini bagus untuk status tanahku selanjutnya.  Tapi apa daya aku tak punya dana  Ya Tuhan kapan solusi akan kau berikan padaku di tengah semua kekurangan ini dan di tengah semua beban ini.  Wahai Tuhanku yang maha adil.

Dunia Game

Aku pernah berpikir, aku ingin hidup di sebuah dunia seperti dunia game, di mana aku merasa bisa diterima dan aku bisa melakukan segalanya. Mungkin aku tidak seperti orang pada umumnya, kalau memang suka menyendir dan terkadang aku sangat terobsesi pada game dimana aku bisa melakukan segala hal sendiri tanpa ada intervensi dari yang lain. Selamat realitanya aku adalah makhluk sosial yang pasti membutuhkan interaksi pada seseorang.  Namun ketika aku berpikir demikian banyak hal yang terjadi entah itu ketidakcocokan, ataupu ketidak sependapatan. Karena banyak dari mereka setidaknya melakukan sedikit hal yang sama ataupun mendapatkan lebih dari yang umum.  Sedangkan aku hanya seorang penyendiri yang selalu berkhayal tentang hal-hal yang menurutku indah namun sesuai dengan kenyataan.  Aku selalu menutup diri pengen bersikap seperti orang normal, sejatinya aku hanya seorang penyendiri yang oleh pemikiran liat ku. Aku seolah-olah sependapat walaupun sejatinya aku punya pendapat...